salafiyah kebumen

Pengenalan Program Unggulan Metode Imtihani

Bagikan

Dasar Pemikiran

Usia MA Salafiyah Wonoyoso kini tidak muda lagi yakni telah berusia 63 tahun sudah melalui dekade yang silih berganti tanpa kenal lelah menghasilkan lulusan yang berguna di Masyarakat sebagai penerus para Ulama.

Perjuangan MA Salafiyah Wonoyoso yang mulia ini patut diapresiasi dan harus terus dilestarikan sampai kapan-pun dan dimana-pun apalagi Madrasah ini didirikan dan diriyadlohi oleh para alim-ulama yang masyhur di Kota Kebumen dan sekitarnya.

Perkembangan zaman pada saat ini, tentunya menjadi pemicu munculnya perubahan generasi, perubahan sosial dan tren-tren baru di kalangan anak muda. Maka dari itu, tidak sedikit masyarakat yang selalu mengikuti perkembangan zaman tersebut apalagi di kalangan remaja yang memiliki sifat rasa ingin mencari hal yang baru yang mudah berubah-ubah tekadnya.

Dari dasar pemikiran di atas Team Pengambang Kitab di MA Salafiyah Wonyoso mengadakan Musyawarah bersama Yayasan Pesantren Salafiyah guna mencari solusi terbaik untuk remaja putra putri yang ingin mencapai mutu pembelajaran ilmu kitab, sebagaimana santri terdahulu.

Kepala MA Salafiyah berpendapat perlunya  inovasi untuk pembelajaran Kitab di MA Salafiyah, sembari mengutib sebuah riwayat:

علموا أولادكم فإنهم خلقوا لزمان غير زمانكم

 “Didiklah anak-anakmu, karena sesungguhnya mereka diciptakan untuk sebuah zaman yang zaman itu berbeda dengan zamanmu.” (Sayyidina ‘Ali Karramallohu Wajhahu)

Kepala Madrasah menawarkan sebuah metode cepat dalam membaca kitab kuning yang ia sebut dengan metode Imtihani. Dari hasil Musyawaroh bersasma Yayasan Alhamdulillah Metode Imtihani bisa dirilis pada tanggal 16 Juli 2024 bersamaan dengan masuknya Tahun Ajaran Baru 2024-2025 dan setelah Haul Akbar Simbah KH. Ahmad Nasihah yang ke-60.

Metode Imtihani

Metode Imtihani secara bahasa diartikan Belajar dengan Cara Uji Coba. Secara epistemlogi didefinisikan sebagai cara cepat membaca kitab kuning dengan meningkatkan rasa keberanian siswa dalam mencoba membaca kitab gundul yang didampingi oleh Mustahiq.

Mustahiq adalah faktor penting dalam metode imtihani, Mustahiq akan menjadi penjamin keberhasilan siswa dalam mencapai mutu pealajar dalam membaca kitab kuning.

Kriteria Mustahiq bukan sebagai guru akan tetapi sebagai orang tua atau bisa juga disebut teman belajar sebaya. Oleh sebab itu faktor pedagogik Mustahiq sangat penting agar pelajar mendapat kenyamanan belajar dengan semangat.

Adapun sistem metode ini menjadi kegiatan intrakurikuler yang wajib diikuti pelajar minimal 1 minggu sekali, sisanya pelajar bisa menemui Mustahiq dimanapun dan kapanpun tergantung kemauan pelajar tidak harus di dalam kelas.

Muatan kitab yang diajarkan dalam Metode Imtihani adalah kitab Ta’lim fi Ilmi an-Nahwi karangan Kepala Madrasah sendiri, Ta’lim fi Ilmi as-Sorfi karangan Kepala Madrasah juga dan Kitab Mabadhi Fiqhiyyah karangan Umar Abdul Jabbar. Adapun kitab lain seperti Tafsir, Tauhid dan Akhlaq ditempatkan di luar metode Imtihani dengan kegiatan Bandongan seperti biasa di Aula MA Salafiyah Wonoyoso.

Alhamdulillah dengan dibuatnya metode Imtihani ini, diharapkan bisa bermanfaat untuk semua palajar di MA Salafiyah Wonoyoso lebih-lebih mendapat Barokah dari Allah SWT. (H3/Itn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *