Hari Kesaktian Pancasila bukan hanya sekadar peringatan atas keberhasilan negara dalam melawan pemberontakan. Tetapi, juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan negara berdasarkan ideologi Pancasila.
Peringatan ini memiliki makna mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia. Terutama untuk terus mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara, dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai momen bersejarah yang penuh makna. Peristiwa ini tak hanya menjadi pengingat atas berbagai tantangan yang dihadapi Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga simbol kekuatan dan ketahanan ideologi bangsa. Adapun tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2024 adalah, “Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas”.
Sejarah mencatat tentang Kesaktian Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, karena ideologi ini tidak mudah diganti dengan ideologi lain yang tidak berakar dari nilai luhur bangsa Indonesia. Mengingat sebelumnya dalam peristiwa G30S PKI pada tahun 1965 dibuktikan bahwa bangsa Indonesia senantiasa berpegang dan meyakini kebenaran Pancasila saat ideologi negara ini hendak diganti oleh kaum komunis. Akibat peristiwa kelam itu, bangsa Indonesia menjadi semakin sadar untuk terus waspada akan usaha-usaha untuk mengganti Pancasila.

Menurut Hamdan Haidar yang menjadi pembina upacara, “Sebagai putra-putri bangsa kita semua memiliki asas tunggal bernegara yaitu Pancasila, dan menjaga pilar negara lainnya yaitu UUD45 dan NKRI” tegas tuturnya dalam amanat upacara.
Pelaksanaan upacara Kesaktian Pancasila dilaksanakan di halaman Salafiyah dengan diikuti oleh seluruh siswa dan guru serta peserta PPL UMNU. Menurut Tika Purnamasari “pelaksanaan upacara berjalan lancar dengan penuh hikmad dan gembira” tutrnya yang juga selaku waka kesiswaan MA Salafiyah Wonoyoso. (H3/Itn)